Text
Habis Gelap Terbitlah Terang
Adat istiadat pada waktu itu tidak membolehkan perempuan berpelajaran di luar rumah, menduduki jabatan di dalam masyarakat. Perempuan takluk semata-mata, tidak ada yang bisa memiliki kemauan. Perempuan itu hendaklah bersedia-sedia untuk dikawinkan dengan pilihan orang tuanya. Perkawinan, cuma itulah cita-cita yang bisa diangan-angankan oleh anak gadis. Cuma itulah pelabuhan yang bisa ditujunya. "Selama ini hanya satu jalan terbuka bagi gadis Bumiputra akan menempuh hidup, yaitu "kawin". (Surat kepada Nona Zechandelaar, 23 Agustus 1900). Mampulah kita mengerti bahwa kaum laki-laki lebih mudah menaklukkannya lagi. diamkan misalkan kapal yang cuma satu saja pelabuhan yang bisa ditujunya.Bukankah orang yang memiliki pelabuhan itu dengan mudah saja dapat berlaku lalim padanya?
| B2302508 | 899.221 KAR h | BRI Corporate University Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain