Text
Beranda Bahagia: Menghimpun Energi Kata dan Cinta
Bagi orang-orang yang cinta ilmu, tidak pernah waktu yang dijalaninya menjadi sia-sia. Pada saat hati gelisah karena cinta, mampu mengambil ilmunya. Bahkan, dengan masalah yang dihadapinya itulah yang kemudian menjadi semakin matang dalam kehidupan ini. Jika kemudian besok ia menghadapi masalah yang sama, ia akan menemukan ilmu yang baru karena kematangannya. Tidak pernah ada kejadian yang kebetulan, melainkan Allah telah mengaturnya. Barangsiapa dapat mengambil hikmah dari peristiwa hidup yang dialaminya, sesungguhnya Allah telah merahmati akalnya.
Tetapi, berbeda dengan orang-orang yang lupa. Kebahagiaan hanya diukur dari jumlah harta yang ditimbunnya, hanya diukur dari jumlah keturunan yang dihasilkan, hanya diukur dari keindahan dan ketampanan yang dimiliki. Seolah hidup ini abadi adalah maka dikumpulkannya segala sesuatu yang menyenangkan dunia tanpa dunia akhirat. Maka, sesungguhnya sangat mudah mengukur kedukaan orang-orang yang lupa, yaitu apabila hartanya habis terkikis, apabila anak-anak berkurang karena kematian, dan apabila usianya memasuki masa-masa penghabisan.
Penulis yakin, setiap pembaca akan dapat menemukan gambaran hidupnya masing-masing di bab yang berbeda, bahkan bisa jadi pembaca menemukan gambaran hidupnya di setiap bab yang ada. Sebab, sekali lagi, buku ini memuat fenomena kehidupan yang umum, yang rutin dialami oleh setiap makhluk. Hidup selalu pergilirkan, saat senang dan susah bergantian menjadi sahabat hidup manusia selama ia berada di dunia. Jika bukan di bab yang satu, akan ditemukan manfaat yang benar-benar sesuai dengan gambaran diri pembaca di bab yang lain.
Jadikanlah buku ini sebagai warisan yang berarti bagi anak cucu kita. Sebaik-baik warisan adalah ilmu. Ilmu hanya akan kita peroleh salah satunya dengan rajin membaca. Ilmu hanya akan bermanfaat apabila kita amalkan. Orang yang memberikan ilmu baik, orang yang mendengarkan ilmu juga baik, tetapi ada yang lebih baik lagi yaitu orang yang mengamalkan ilmunya bagi kebahagiaan orang lain.
Penulis berharap agar buku ini dapat mencerahkan kembali hati pembaca yang tengah kalut oleh cinta, tersesat pada kedurhakaan sebagai seorang anak, terlena oleh kebahagiaan duniawi yang semu, terlupa untuk senantiasa bersyukur atas nikmat Allah yang tidak menghitung bilangannya, tengah putus asa dalam rumah tangganya, dan puncaknya adalah mencerahkan hati yang sering menjelang kematian, namun kematian itu sangat dekat pada kita dan mengikuti tubuh kita.
| B2200073 | 813 KOM b | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain