Text
Peningkatan Daya Saing BRI terhadap Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) melalui Optimalisasi Branchless Banking (Studi Kasus: BRILink di Kantor Cabang BRI Bogor Dewi Sartika)
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan perwujudan dari integrasi ekonomi di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Secara singkat, MEA bertujuan untuk menguatkan posisi Negara-Negara di ASEAN di dalam perdagangan internasional. Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiiki potensi terbesar di ASEAN dilihat dari jumlah penduduk dan luas wilayahnya. Salah satu karakter utama dalam MEA adalah pasar tunggal dan basis produksi, yang didalamnya terdapat aliran bebas jasa. Sektor perbankan merupakan salah satu sektor yang terdapat dalam aliran bebas jasa dan merupakan sektor kunci dalam menghadapi MEA. Dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, Indonesia dilihat dari keterjangkauan akses masyarakat terhadap sektor perbankan masih tergolong minim. Hal ini dilihat dari data jumlah masyarakat unbankable di Indonesia sejumlah ± 93 juta jiwa atau 37% dari total masyarakat (sumber: Roy Morgan Single Source Indonesia, 2015). Untuk menjangkau sebagian masyarakat yang terkendala akses ke perbankan, maka financial inclusion merupakan solusi untuk menghadapi masalah tersebut. Salah satu kebijakan financial inclusion yang diterapkan adalah branchless banking. Branchless banking merupakan pemberian jasa keuangan yang dilakukan tanpa kantor bank dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi serta Agen ritel bukan Bank. Bank BRI dalam hal ini mendukung adanya konsep branchless banking. Sebagai bank dengan jaringan terbanyak dan terluas di Indonesia, diharapkan Bank BRI dapat menjadi agen pemerintah dalam mengatasi masalah keterbatasan akses perbankan di masyarakat. Bank BRI meluncurkan program BRILink untuk mendukung konsep branchless banking yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kondisi, persepsi dan metode pemasaran yang lebih mendalam mengenai BRILink dengan studi kasus yang berlokasi di Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksplorasi. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan metode dokumentasi dan pengamatan data-data kualitatif dan kuantitatif yang diperoleh dengan cara wawancara, pengamatan, studi literatur dari buku-buku dan halaman web. Kuantitas agen BRILink di seluruh Indonesia sampai dengan Oktober 2015 sudah cukup banyak. Namun, peningkatan jumlah agen tersebut tidak diiringi dengan peningkatan jumlah transaksinya. Lokasi agen BRILink berpengaruh terhadap keberhasilan agen di wilayah Bogor. Agen BRILink yang jaraknya jauh dari unit kerja terdekat berhasil mencapai transaksi terbanyak untuk wilayah Bogor. Dibandingkan dengan agen BRILink yang terletak di wilayah perkotaan, khususnya wilayah Kota Bogor sendiri hingga saat ini masih belum terdapat agen yang mencapai target minimum transaksi. Hal ini disebabkan kemudahan transaksi di perbankan, sehingga agen BRILink tidak menjadi pilihan utama dalam kegiatan transaksi. Perluasan layanan serta optimalisasi transaksi BRILink sangat diperlukan guna menerapkan konsep branchless banking sebagai upaya meningkatkan pelayanan perbankan kepada masyarakat tanpa batas.
| B2200983 | 332.17 MAN p | Rak Reference BRI Corporate University (Terbitan Berseri - Karya Ilmiah) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain